Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Rencana Kerja Anggaran (RKA) Kementerian/Lembaga (K/L) Tahun 2016 — Komisi 11 Rapat Kerja (Raker) dengan Kementerian Keuangan RI

Tanggal Rapat: 15 Sep 2015, Ditulis Tanggal: 19 Oct 2021,
Komisi/AKD: Komisi 11 , Mitra Kerja: Kementerian Keuangan

Pada 15 September 2015, Komisi 11 mengadakan Rapat Kerja (Raker) dengan Kementerian Keuangan RI mengenai Rencana Kerja Anggaran (RKA) Kementerian/Lembaga (K/L) Tahun 2016. Raker ini dibuka dan dipimpin oleh Fadel Muhammad dari Fraksi Golongan Karya (Golkar) daerah pemilihan Gorontalo pada pukul 19.54 WIB dan dinyatakan terbuka untuk umum. (Ilustrasi: Kemenkeu.go.id)

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Kementerian Keuangan
  • Terkait untuk pajak non migas sejumlah Rp1318,7 triliun Pajak Penghasilan (PPh) non migas ada kenaikan Rp800 miliar.
  • Pajak non migas senilai Rp1.318,7 triliun, bea cukai senilai Rp186,5 triliun, PPh migas Rp41,4 triliun dengan total Rp1.546,6 triliun di tahun 2016.
  • Penurunan utamanya dari cukai dengan turun senilai Rp9,1 triliun, penurunan ini karena lambatnya pertumbuhan ekonomi.
  • PPh non migas Rp715,8 triliun, PPn Rp571,7 triliun, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) senilai Rp19,4 triliun dan pajak lainnya Rp11,8 triliun.
  • Penerimaan Kepabean dan cukai Rp186,5 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) senilai Rp273,8 triliun, sehingga total pendapatan negara yaitu Rp1.822,5 triliun.
  • Terkait untuk bea masuk Rp37,2 triliun karena volume impor belum pulih benar sehingga dikhawatirkan masih terdapat penurunan importir.
  • Pada cukai senilai Rp146,4 triliun, bea masuk Rp37,2 triliun dan bea keluar Rp2,9 triliun.
  • Total PNBP sejumlah Rp273,8 triliun dengan total penerimaan negara Rp1822,5 triliun, turun sekitar Rp26 triliun dari nota keuangan.
  • Penyertaan Modal Negara (PMN) Geo Dipa untuk pengembangan ladang gas di kawasan Dieng.
  • PMN untuk PT. PPI digunakan dalam penjaminan infrastruktur kerjasama swasta.
  • Organisasi internasional PMN senilai Rp3,904 triliun.
  • Sistem pungutan ekspor pada Badan Layanan Umum (BLU) sawit dilakukan pada semua produk crude palm oil (CPO) dan turunannya.
  • Terkait untuk rencana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2016 adalah Rp29,5 triliun.
  • Setiap tahun kami mengeluarkan surat utang yang konvensional dan syariah.
  • Barang Milik Negara (BMN) yang disetujui sebagai aset SBSN senilai Rp29.496.933.866.980.
  • Terkait untuk mengeluarkan surat berharga syariah diperlukan aset fisik tidak hanya arus kas dan neraca pemerintah.
  • Sisa yang belum digunakan di tahun 2016 bisa di-carry over di tahun berikutnya.
  • Kami sudah mengeluarkan sampai saat ini 369,18 SBSN sejumlah Rp208,5 triliun ini masih outstanding.
  • Penerbitan SBSN atau suku negara diterbitkan untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
  • Tahapan penyiapan BMN sebagai aset SBSN identifikasi BMN dan legal due dilligence.
  • Terkait underlying asset sejumlah Rp24,3 triliun dalam bentuk tanah.
  • Syarat underlying asset untuk SBSN adalah barang tersebut harus memiliki nilai ekonomis dalam kondisi layak.
  • Total yang kami mintakan persetujuan sebesar Rp29,49 triliun berada di 33 K/L berjumlah 7.610 unit.

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan